Berapa lama kita hidup di dunia? Sekitar 90 menit menurut hitungan Akhirat. Waktu yang hanya sebentar sekali bila dibandingkan dengan keabadian di akhirat kelak.

“Dan sesungguhnya satu hari (menurut perhitungan) Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun menurut perkiraanmu.” (QS Al-Hajj ayat 47)

ujian-hidup-hanya-sementara

 

Artinya semua nikmat yang Allah berikan kepada kita, baik anggota tubuh, kesehatan, harta bahkan oksigen hanya dinikmati sebentar saja, setelah itu Allah ambil kembali.

Semua penderitaan, kesempitan, cobaan yang datang bertubi-tubi, bagaimanapun juga akan segera berakhir. Alangkah baiknya bila mengisi hidup yang sebentar ini dengan rasa sabar dan syukur. Semua ujian yang Allah berikan dapat menjadi jalan untuk surga yang telah Allah janjikan untuk orang-orang beriman yang bersabar.

Dari ‘Atho’ bin Abi Robaah, ia berkata bahwa Ibnu ‘Abbas berkata padanya, “Maukah kutunjukkan wanita yang termasuk penduduk surga?” ‘Atho menjawab, “Iya mau.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Wanita yang berkulit hitam ini, ia pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas ia pun berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku sering terbuka karenanya. Berdo’alah pada Allah untukku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Jika mau sabar, bagimu surga. Jika engkau mau, aku akan berdo’a pada Allah supaya menyembuhkanmu.” Wanita itu pun berkata, “Aku memilih bersabar.” Lalu ia berkata pula, “Auratku biasa tersingkap (kala aku terkena ayan). Berdo’alah pada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun berdo’a pada Allah untuk wanita tersebut. (HR. Bukhari no. 5652 dan Muslim no. 2576)

Bila kita mengisi hidup selama satu setengah jam ini dengan berkeluh kesah, tidak bersyukur, marah, dendam maka sudah tentu kita akan merugi di Akhirat karena bukan surga yang didapat tetapi neraka.

Sambil menunggu waktu kita berakhir di dunia ini, isi waktu dengan hal-hal bermanfaat, kumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk perjalanan kehidupan di “dunia” selanjutnya. Untuk mendapat ridho-Nya kita dapat berstrategi dengan ibadah yang ringan atau sedikit namun rutin. Amalan yang mudah akan membuat ibadah tidak memberatkan kita.

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” [HR. Muslim]

Author : Humas Akhtar Foundation

Berbagi ilmu sharing bemanfaat

Related Posts

Berapa lama kita hidup di dunia? Sekitar 90 menit menurut hitungan Akhirat. Waktu yang hanya sebentar sekali bila dibandingkan dengan keabadian di akhirat kelak.

“Dan sesungguhnya satu hari (menurut perhitungan) Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun menurut perkiraanmu.” (QS Al-Hajj ayat 47)

ujian-hidup-hanya-sementara

 

Artinya semua nikmat yang Allah berikan kepada kita, baik anggota tubuh, kesehatan, harta bahkan oksigen hanya dinikmati sebentar saja, setelah itu Allah ambil kembali.

Semua penderitaan, kesempitan, cobaan yang datang bertubi-tubi, bagaimanapun juga akan segera berakhir. Alangkah baiknya bila mengisi hidup yang sebentar ini dengan rasa sabar dan syukur. Semua ujian yang Allah berikan dapat menjadi jalan untuk surga yang telah Allah janjikan untuk orang-orang beriman yang bersabar.

Dari ‘Atho’ bin Abi Robaah, ia berkata bahwa Ibnu ‘Abbas berkata padanya, “Maukah kutunjukkan wanita yang termasuk penduduk surga?” ‘Atho menjawab, “Iya mau.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Wanita yang berkulit hitam ini, ia pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas ia pun berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku sering terbuka karenanya. Berdo’alah pada Allah untukku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Jika mau sabar, bagimu surga. Jika engkau mau, aku akan berdo’a pada Allah supaya menyembuhkanmu.” Wanita itu pun berkata, “Aku memilih bersabar.” Lalu ia berkata pula, “Auratku biasa tersingkap (kala aku terkena ayan). Berdo’alah pada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun berdo’a pada Allah untuk wanita tersebut. (HR. Bukhari no. 5652 dan Muslim no. 2576)

Bila kita mengisi hidup selama satu setengah jam ini dengan berkeluh kesah, tidak bersyukur, marah, dendam maka sudah tentu kita akan merugi di Akhirat karena bukan surga yang didapat tetapi neraka.

Sambil menunggu waktu kita berakhir di dunia ini, isi waktu dengan hal-hal bermanfaat, kumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk perjalanan kehidupan di “dunia” selanjutnya. Untuk mendapat ridho-Nya kita dapat berstrategi dengan ibadah yang ringan atau sedikit namun rutin. Amalan yang mudah akan membuat ibadah tidak memberatkan kita.

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” [HR. Muslim]

Author : Humas Akhtar Foundation

Berbagi ilmu sharing bemanfaat

Related Posts

Ujian Hidup Hanya Sementara

Berapa lama kita hidup di dunia? Sekitar 90 menit menurut hitungan Akhirat. Waktu yang hanya sebentar sekali bila dibandingkan dengan keabadian di akhirat kelak.

“Dan sesungguhnya satu hari (menurut perhitungan) Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun menurut perkiraanmu.” (QS Al-Hajj ayat 47)

ujian-hidup-hanya-sementara

 

Artinya semua nikmat yang Allah berikan kepada kita, baik anggota tubuh, kesehatan, harta bahkan oksigen hanya dinikmati sebentar saja, setelah itu Allah ambil kembali.

Semua penderitaan, kesempitan, cobaan yang datang bertubi-tubi, bagaimanapun juga akan segera berakhir. Alangkah baiknya bila mengisi hidup yang sebentar ini dengan rasa sabar dan syukur. Semua ujian yang Allah berikan dapat menjadi jalan untuk surga yang telah Allah janjikan untuk orang-orang beriman yang bersabar.

Dari ‘Atho’ bin Abi Robaah, ia berkata bahwa Ibnu ‘Abbas berkata padanya, “Maukah kutunjukkan wanita yang termasuk penduduk surga?” ‘Atho menjawab, “Iya mau.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Wanita yang berkulit hitam ini, ia pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas ia pun berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku sering terbuka karenanya. Berdo’alah pada Allah untukku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Jika mau sabar, bagimu surga. Jika engkau mau, aku akan berdo’a pada Allah supaya menyembuhkanmu.” Wanita itu pun berkata, “Aku memilih bersabar.” Lalu ia berkata pula, “Auratku biasa tersingkap (kala aku terkena ayan). Berdo’alah pada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun berdo’a pada Allah untuk wanita tersebut. (HR. Bukhari no. 5652 dan Muslim no. 2576)

Bila kita mengisi hidup selama satu setengah jam ini dengan berkeluh kesah, tidak bersyukur, marah, dendam maka sudah tentu kita akan merugi di Akhirat karena bukan surga yang didapat tetapi neraka.

Sambil menunggu waktu kita berakhir di dunia ini, isi waktu dengan hal-hal bermanfaat, kumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk perjalanan kehidupan di “dunia” selanjutnya. Untuk mendapat ridho-Nya kita dapat berstrategi dengan ibadah yang ringan atau sedikit namun rutin. Amalan yang mudah akan membuat ibadah tidak memberatkan kita.

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” [HR. Muslim]

Author : Humas Akhtar Foundation

Berbagi ilmu sharing bemanfaat

Read Offline:

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Akhtar Foundation. All rights reserved.