Ada satu cara mudah untuk menambah rezeki kita. Sayangnya walau mudah banyak orang yang tidak mengamalkannya dengan serius. Cara mudah yang dimaksud itu adalah BERSYUKUR. Bersyukur kepada Allah tentunya sembari mengatakan, Alhamdulillah.

 

 

syukur-nikmat.png

Para sahabat nabi, tabi’in misalnya, mereka seringkali mengisi waktu mereka dengan mengucapkan rasa syukur dan atau juga bertaubat. Mereka mengucapkan Alhamdulillah, Astaghfirullah saat sedang jalan atau sedang duduk. Dua kata ringan dengan pahala yang besar. Kita dapat meniru apa yang mereka lakukan. Saat sedang naik motor, mengapa tidak mengisi waktu perjalanan dengan mengucapkan Alhamdulillah dan Astaghfirullah? Ini lebih baik daripada kita sibuk memikirkan dunia saat berkendara.

Menurut ulama ada tiga tingkatan bersyukur. Pertama adalah orang-orang yang tak pernah bersyukur. Ciri orang seperti ini adalah mereka suka mengeluh. Berkeluh kesah tentang dirinya, istri atau suaminya, anaknya, temannya, rumahnya, semua hal dikeluhkan.

Tingkat kedua adalah orang mukmin, ini tingkat standar. Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata,

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR Muslim)

Tingkat ketiga adalah tingkat tertinggi, yakni orang yang muhsin. Muhsin adalah orang yang sudah mencapai tingkat ihsan. Orang seperti ini kala diberi nikmat dia bersyukur dan kala diberi cobaan dia juga tetap bersyukur. Contohnya adalah bila mereka mengalami lapar, haus, lelah. Bila kebanyakan orang bilang, “Aduh lapar. Aduh haus, Aduh lelah.

Ucapan seperti itu menandakan orang itu tidak menganggap lapar, haus dan lelah sebagai nikmat. Orang muhsin berpikir sebaliknya, mereka anggap lapar, haus dan lelah sebagai bagian dari nikmat yang Allah berikan. Mereka selalu berpikir positif pada Allah. Seandainya tidak lapar, tidak akan nikmat apa yang kita makan. Seandainya tidak haus, tidak akan nikmat minuman yang kita minum. Seandainya tidak lelah, tidak nikmat kita istirahat.

Mari mulai sekarang kita mulai membiasakan diri untuk bersyukur. Saat lapar berkata, “Alhamdulillah lapar.” Saat haus berkata, “Alhamdulillah haus.” Saat lelah berkata, “Alhamdulillah lelah.” Karena SYUKUR AKAN MENAMBAH NIKMAT.