Manusia memiliki banyak waktu luang dalam segala urusannya. Namun bila terkait ibadah, tiba-tiba mereka merasa tak punya waktu. Berbagai alasan diutarakan seperti sibuk bekerja, menonton tv, bermain game, mengobrol, mengantuk dan sebagainya. Seperti misalnya membaca Quran. Ada 24 jam dalam sehari namun enggan meluangkan waktu membaca Quran.

Allah memotivasi kita agar senantiasa berinteraksi dengan Quran. Seperti yang diriwayatkan tiga hadits di bawah ini.

Untuk Seseorang Yang Sulit Membaca Quran

Bagi mereka yang kesulitan membaca Quran, Allah berikan dua pahala. Seperti hadits yang diriwiyatkan oleh Bukhari dan Muslim.

“Siapa yang membaca Al Qur’an dengan mahir, maka bersama para malaikat mulia, sedang bagi mereka yang membacanya dengan terbata-bata, dan kepayahan, baginya dua pahala.” (HR. Bukhari & Muslim).

Untuk Seseorang Yang Membaca Quran

Allah bahkan membuat perumpamaan untuk seseorang yang membaca Quran baik yang beriman maupun yang munafik sekalipun. Bagi mukmin yang membaca Quran Allah katakan seperti buah utrujah yang baunya wangi dan rasanya manis.

“Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al Quran ibarat buah utrujah, baunya wangi dan rasanya manis. Sedang seorang mukmin yang tidak membaca Al Qur’an ibarat kurma, tak ada baunya dan rasanya manis. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur’an ibarat buah Raihanah, baunya wangi namun rasanya pahit, dan seorang munafik yang tidak membaca Al Qur’an ibarat hanzhalah, tak ada baunya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari-Muslim).

Syafaat Quran

Salah satu motivasi terbaik untuk membaca Quran adalah agar mendapatkan syafaat di Hari Kiamat.

“Bacalah Al Qur’an, karena ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim).

Dengan contoh-contoh keutamaan membaca Quran diatas, baiknya kita harus semakin semangat berinteraksi dengan Quran. Sempatkan waktu untuk membaca Quran misalnya selama 5-10 menit setelah menuaikan sholat wajib. Tak mengapa walau membaca terbata-bata. Seiring waktu bacaan kita akan membaik insya Allah.