Ada rasa dalam diri untuk menasehati semua orang termasuk dalam masalah agama. Sayangnya nasihat yang kita berikan sering kali berujung pada kegagalan. Ini terjadi karena kita sendiri gagal menasehati, memperbaiki, mengajari diri sendiri.

nasihati-orang

Orang tua mengharapkan anaknya sholeh. Guru mengharapkan muridnya menjadi orang baik. Sayangnya orang tua tidak punya keinginan yang sama untuk berubah menjadi sholeh. Guru pun tidak punya keinginan meninggalkan kelakuan buruk mereka. Kita sangat ingin orang-orang berubah, tetapi apakah kita punya keinginan yang sama untuk berubah?

“Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?” (QS Al Baqarah ayat 44)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selalu memulai kebaikan dari diri sendiri. Sehingga ketika beliau shallallahu alaihi wasallam mengajak pada kebaikan, beliau shallallahu alaihi wasallam juga menjadi contoh teladan dari kebaikan itu sendiri.

Jadi ketika kita menasihati orang lain, iringi juga dengan semangat dalam diri kita untuk memperbaiki diri.

Author : Humas Akhtar Foundation

Berbagi ilmu sharing bemanfaat

Related Posts

Ada rasa dalam diri untuk menasehati semua orang termasuk dalam masalah agama. Sayangnya nasihat yang kita berikan sering kali berujung pada kegagalan. Ini terjadi karena kita sendiri gagal menasehati, memperbaiki, mengajari diri sendiri.

nasihati-orang

Orang tua mengharapkan anaknya sholeh. Guru mengharapkan muridnya menjadi orang baik. Sayangnya orang tua tidak punya keinginan yang sama untuk berubah menjadi sholeh. Guru pun tidak punya keinginan meninggalkan kelakuan buruk mereka. Kita sangat ingin orang-orang berubah, tetapi apakah kita punya keinginan yang sama untuk berubah?

“Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?” (QS Al Baqarah ayat 44)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selalu memulai kebaikan dari diri sendiri. Sehingga ketika beliau shallallahu alaihi wasallam mengajak pada kebaikan, beliau shallallahu alaihi wasallam juga menjadi contoh teladan dari kebaikan itu sendiri.

Jadi ketika kita menasihati orang lain, iringi juga dengan semangat dalam diri kita untuk memperbaiki diri.

Author : Humas Akhtar Foundation

Berbagi ilmu sharing bemanfaat

Related Posts

Menasehati Orang Lain

Ada rasa dalam diri untuk menasehati semua orang termasuk dalam masalah agama. Sayangnya nasihat yang kita berikan sering kali berujung pada kegagalan. Ini terjadi karena kita sendiri gagal menasehati, memperbaiki, mengajari diri sendiri.

nasihati-orang

Orang tua mengharapkan anaknya sholeh. Guru mengharapkan muridnya menjadi orang baik. Sayangnya orang tua tidak punya keinginan yang sama untuk berubah menjadi sholeh. Guru pun tidak punya keinginan meninggalkan kelakuan buruk mereka. Kita sangat ingin orang-orang berubah, tetapi apakah kita punya keinginan yang sama untuk berubah?

“Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?” (QS Al Baqarah ayat 44)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selalu memulai kebaikan dari diri sendiri. Sehingga ketika beliau shallallahu alaihi wasallam mengajak pada kebaikan, beliau shallallahu alaihi wasallam juga menjadi contoh teladan dari kebaikan itu sendiri.

Jadi ketika kita menasihati orang lain, iringi juga dengan semangat dalam diri kita untuk memperbaiki diri.

Author : Humas Akhtar Foundation

Berbagi ilmu sharing bemanfaat

Read Offline:

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Akhtar Foundation. All rights reserved.